BREAKING NEWS
 

Jemaah Haji Lansia Asal Jakarta Selatan yang Hilang Sepekan Ditemukan Wafat di Makkah

​SULSEL PEMBURUNEWSJAKARTAInnalillahi Wainna Ilaihi Roji'un. Setelah sempat dilaporkan hilang selama tujuh hari, jemaah haji lansia asal Pondok Labu, Jakarta Selatan, Muhammad Firdaus Ahlan (73 tahun), ditemukan dalam kondisi wafat di Makkah, Arab Saudi.

​Kepastian informasi tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Media Center Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Moh. Hasan Affandi, dalam konferensi pers resmi di Kantor Urusan Haji, Makkah.

​Kronologi Hilang dan Faktor Medis

​Almarhum Muhammad Firdaus tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27). Berdasarkan data manifes kesehatan, almarhum awalnya tiba di Tanah Suci dalam kondisi fisik yang laik terbang. Namun, faktor kelelahan akibat perjalanan panjang memicu gejala disorientasi spasial dan demensia (pikiran pikun/linglung) pada almarhum.

​Almarhum dilaporkan hilang sejak Jumat, 15 Mei 2026, pukul 11.30 WS (Waktu Saudi). Ia diketahui keluar sendirian dari Hotel Al-Kiswah Towers (Sektor 4, wilayah Jarwal)—tempat kloternya menginap—menjelang pelaksanaan salat Jumat. Saat pergi, almarhum tidak membawa dokumen identitas penting seperti:

  • ​Paspor
  • ​Gelang identitas logam
  • ​Kartu digital Nusuk
  • ​Telepon genggam (smartphone)

​Upaya Pencarian dan Penemuan Jenazah

​Mendapat laporan dari pihak keluarga dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Imam Bonjol melalui aplikasi Kawal Haji, Tim Gabungan PPIH Arab Saudi yang terdiri dari Satuan Tugas Perlindungan Jemaah (Satgas Linjam) dan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jemaah Haji (PKP3JH) langsung bergerak.

​Pencarian dilakukan dengan berkoordinasi bersama Maktab 18, Otoritas Keamanan, dan Kepolisian Arab Saudi. Tim menyisir radius 5 kilometer dari hotel, melacak rekaman CCTV lalu lintas, serta memeriksa data pasien unidentified (tanpa identitas) di seluruh Rumah Sakit Arab Saudi.

​Setelah pencarian intensif, pada Jumat, 22 Mei 2026, tim gabungan berhasil mengidentifikasi keberadaan almarhum di Rumah Sakit King Faisal (Al-Sheesha), Makkah. Pihak otoritas medis setempat mengonfirmasi bahwa almarhum telah wafat akibat henti jantung (cardiac arrest) yang dipicu oleh dehidrasi berat dan kelelahan ekstrem.

​Pemakaman dan Hak Badal Haji

​Sesuai dengan regulasi keimigrasian dan hukum Pemerintah Arab Saudi terkait jemaah haji yang wafat di Tanah Suci, jenazah Muhammad Firdaus tidak dideportasi/dipulangkan ke Indonesia. Jenazah akan disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Al-Sharayea (Soraya), Makkah.

​Sebagai bentuk hak jemaah dan tanggung jawab pemerintah, Kementerian Agama RI melalui PPIH Arab Saudi memastikan almarhum mendapatkan fasilitas Badal Haji (haji pengganti) secara gratis.

​"Seluruh jemaah yang wafat sebelum sempat melaksanakan wukuf di Arafah, secara otomatis akan ditiadakan beban ibadahnya dan dibadalhajikan oleh petugas resmi PPIH yang ditunjuk, tanpa dipungut biaya sepeser pun. Sertifikat badal haji nantinya akan diserahkan kepada keluarga di Indonesia," ujar Moh. Hasan Affandi.

​Pihak otoritas dan seluruh petugas haji Indonesia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya sang istri, Ny. Nafsiyah, yang saat ini masih berada di Makkah dalam pendampingan tim psikolog PPIH. Semoga almarhum mendapatkan predikat wafat syahid, husnul khatimah, dan ibadah hajinya diterima di sisi Allah SWT.