Kebakaran Hebat di POLMAN 35 Unit Rumah Hangus Terbakar, Satu Warga Meninggal 173 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

SULSEL PEMBURUNEWS - POLMAN - Musibah kebakaran hebat terjadi di tengah suasana Ramadan, saat warga sedang melaksanakan Salat Tarawih. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, sekitar pukul 20.30 Wita, di permukiman warga Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Api tiba-tiba berkobar dan dengan cepat melahap rumah-rumah warga di kawasan permukiman padat tersebut. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh nyala api kompor dari salah satu rumah warga yang lupa dipadamkan sebelum ditinggal ke masjid untuk menunaikan salat.

Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain. Hal ini diperparah oleh kondisi rumah warga yang sebagian besar berbahan kayu serta jarak antar rumah yang sangat rapat, sehingga menyulitkan upaya pemadaman.

Sebanyak 35 unit rumah dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Untuk mengendalikan api, delapan unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Polewali Mandar dikerahkan ke lokasi kejadian. 

Selain itu, dua unit mobil damkar dari Pemkab Majene juga tiba sekitar pukul 22.00 Wita guna membantu proses pemadaman. Warga setempat turut berjibaku membantu petugas memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Setelah hampir tiga jam berupaya, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.50 Wita. Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan karena masih terdapat bara api di beberapa sisa bangunan yang terbakar.

Dalam insiden tersebut, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Korban berinisial M (61), diduga meninggal akibat serangan jantung setelah mengalami syok berat melihat rumahnya dilalap api.

“Hampir seluruh rumah yang terdampak, sebanyak 35 unit, hangus terbakar. Selain itu, terdapat satu korban jiwa, seorang warga lanjut usia yang diduga mengalami serangan jantung karena kaget melihat rumahnya terbakar. Saat ini kami masih melakukan pendataan jumlah keluarga terdampak,” ujar pihak pemerintah daerah setempat.

Pada Minggu dini hari, 1 Maret 2026, sekitar pukul 00.35 Wita, tim dari BPBD Polewali Mandar tiba di lokasi kejadian. Tim langsung mendirikan tenda-tenda darurat serta membuka dapur umum untuk menyiapkan makanan sahur bagi warga terdampak kebakaran.

Berdasarkan data sementara yang dirilis BPBD Polman, sebanyak 173 warga terdampak dan dinyatakan kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut. 

Hingga saat ini, proses pendataan masih terus dilakukan untuk mengetahui jumlah pasti kerugian materiil yang ditimbulkan.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan awal dari warga, kebakaran diduga bermula dari api kompor yang ditinggalkan menyala sebelum pemilik rumah berangkat ke masjid.

@EPN

#KebakaranPolman

0 Komentar