BREAKING NEWS
 

Hadiri Pertemuan Bersama Kemensos Bupati Soppeng Siap Sinkronkan Data Sosial

SULSEL PEMBURUNEWS - MAKASSAR – Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menghadiri agenda silaturahmi Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, Bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Sabtu (18/4/2026)

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. ​Dalam arahannya, Mensos Saifullah Yusuf menekankan transformasi besar dalam sistem distribusi bantuan sosial (bansos). 

Ia menegaskan bahwa otoritas penentuan penerima manfaat kini sepenuhnya berbasis pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bukan lagi atas diskresi pemerintah daerah maupun pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

​Menanggapi kebijakan tersebut, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk menyesuaikan mekanisme pemutakhiran data di lapangan. Menurutnya, akurasi data adalah harga mati untuk memastikan keadilan sosial bagi warga Soppeng.

​“Kami di Kabupaten Soppeng berkomitmen penuh memastikan data yang menjadi dasar penentuan desil benar-benar akurat. Validasi ini sangat krusial karena menjadi kunci utama agar bansos tidak lagi salah sasaran,” tegas Suwardi di sela-sela kegiatan.

​Ia menjelaskan bahwa Pemkab Soppeng akan menginstruksikan penguatan peran pemerintah desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembaruan data secara berkelanjutan. Integrasi antara data lapangan dengan sistem DTSEN diharapkan mampu meminimalisir adanya warga mampu yang terdata (inklusi) atau warga miskin yang terlewat (eksklusi).

​Selain isu bantuan sosial, Suwardi Haseng secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial atas terpilihnya Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Program ini kini telah memasuki babak baru dengan dimulainya pembangunan infrastruktur permanen.

​“Kami sangat bersyukur Soppeng menjadi daerah pelaksana Sekolah Rakyat. Saat ini program tersebut sudah berjalan dan tengah dalam tahap pembangunan fisik bangunan permanen. Ini adalah langkah strategis untuk memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat kami,” ungkapnya.

​Suwardi menambahkan, Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan alternatif, melainkan instrumen pengentasan kemiskinan jangka panjang. Dengan memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Bumi Latemmamala.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, serta para kepala daerah dari 24 kabupaten/kota. Hadir pula ratusan pilar sosial, mulai dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) hingga pendamping PKH, yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial di Sulawesi Selatan.