Siswi Berhijab di Garut Dicukur Paksa Oknum Guru, 8 Korban Minta Pendampingan Hukum
![]() |
SULSEL PEMBURUNEWS - GARUT — Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan sejumlah siswi berkerudung di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Garut menangis histeris. Mereka tidak terima setelah rambut panjangnya dipotong paksa oleh oknum guru usai mengikuti pelajaran olahraga.
Dalam video yang beredar, suasana kelas tampak riuh oleh tangisan para siswi. Tindakan tegas dari pihak sekolah ini kabarnya dipicu oleh pelanggaran aturan, di mana rambut para siswi tersebut kedapatan diwarnai (dicat).
Namun, metode penertiban dengan cara menggunting paksa rambut siswi berhijab ini dinilai publik terlalu berlebihan. Akibat trauma dan merasa dirugikan, sejumlah siswi akhirnya memilih menempuh jalur hukum.
![]() |
8 Siswi Minta Pendampingan Hukum
Para korban kini telah mengadu dan meminta bantuan hukum melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Nida El-Adabi (STAINUS) Garut.
“Jumlah siswi yang meminta pendampingan saat ini ada sekitar 7 sampai 8 orang. Mereka awalnya datang ke kampus STAINUS melalui BEM untuk meminta bantuan, lalu kami (tim hukum) diminta untuk mendampingi mereka secara resmi,” ujar Asep Muhidin, pendamping hukum para siswi, Selasa (5/5/2026).
Asep menambahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, total korban cukur paksa ini sebenarnya mencapai belasan siswi. Peristiwa itu terjadi secara mendadak di dalam kelas tepat setelah jam pelajaran olahraga selesai. Saat ini, tim pendamping hukum tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terkait tindakan oknum guru tersebut.(**)


