Akselerasi Program Listrik Masuk Sawah, Bupati Soppeng Pantau Langsung Survei Geolistrik di 10 Titik
![]() |
SULSEL PEMBURUNEWS - SOPPENG – Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan transformasi sektor pertanian. Sebagai langkah konkret menjawab tantangan lahan tadah hujan, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, memimpin langsung tim teknis melakukan survei lapangan di tiga wilayah kecamatan utama.
Didampingi tim ahli geologi dan dinas terkait, Bupati menyisir 10 titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Ganra, Lilirilau, dan Liliriaja. Peninjauan ini difokuskan pada pengecekan awal kondisi topografi lahan serta potensi akuifer air tanah melalui metode ilmiah.
Solusi Strategis untuk Lahan Tadah Hujan
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari percepatan program "Listrik Masuk Sawah". Program ini dirancang untuk mengatasi persoalan klasik petani di Soppeng yang selama ini sangat bergantung pada fluktuasi curah hujan (lahan tadah hujan), yang kerap menyebabkan pola tanam tidak menentu terutama saat kemarau panjang.
Bupati Suwardi Haseng menjelaskan bahwa penentuan lokasi pengeboran tidak dilakukan secara sembarang, melainkan melalui kajian teknis yang mendalam.
“Kami menggunakan metode geolistrik untuk memetakan lapisan bawah tanah. Hal ini sangat penting untuk memastikan titik yang akan dibor benar-benar memiliki potensi cadangan air yang melimpah dan stabil. Rencananya, setiap sumur bor dalam ini akan memiliki kedalaman hingga 200 meter dan diproyeksikan mampu melayani kebutuhan irigasi sekitar 50 hektare sawah di sekitarnya,” jelas Suwardi Haseng di sela-sela pemantauan,Sabtu (2/5/2026)
![]() |
Integrasi Teknologi dan Efisiensi Energi
Titik-titik yang lolos kriteria debit air akan segera ditetapkan sebagai lokasi pengerjaan infrastruktur. Berbeda dengan sistem pompa konvensional, program ini mengedepankan efisiensi biaya operasional bagi petani melalui penggunaan energi listrik dan opsi energi surya (solar cell).
“Tujuan utama kita adalah menekan cost produksi. Dengan menggunakan energi listrik untuk memompa air dari kedalaman ratusan meter, biaya operasional akan jauh lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan menggunakan bahan bakar minyak (BBM),” tambahnya.
Target Peningkatan Indeks Pertanaman
Keterlibatan langsung Bupati dalam survei ini menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Dengan tersedianya sumber air alternatif yang terukur, Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan peningkatan intensitas tanam atau Indeks Pertanaman (IP) dari yang semula hanya satu kali setahun menjadi dua atau bahkan tiga kali setahun.
Program Listrik Masuk Sawah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk modernisasi pertanian yang mengintegrasikan infrastruktur energi dengan pengairan. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas produksi padi di tengah tantangan perubahan iklim global, sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan para petani di Bumi Latemmamala.(**)


