Bupati Soppeng Berbaur Langsung dengan Defile Kafilah dalam Pembukaan MTQ ke XXXIV Sulsel 2026 di Maros
![]() |
SULSEL PEMBURUNEWS - MAROS – Kabupaten Maros berubah menjadi lautan cahaya dan nuansa religius pada Minggu malam (12/4/2026).
Ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan memadati jalanan dalam pawai defile yang menandai dimulainya perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Di tengah kemeriahan iringan lampu hias dan balutan busana adat yang memukau, perhatian publik tertuju pada barisan kontingen Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, SE, secara mengejutkan turun langsung dan berjalan bersama kafilahnya, membaur di tengah para peserta.
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Latemmamala ini disambut hangat oleh masyarakat yang memadati rute pawai.
Keikutsertaan Bupati Suwardi bukan sekadar seremoni, melainkan pesan kuat mengenai komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap syiar Islam dan pembinaan nilai-nilai Al-Qur’an.
"Kehadiran Bapak Bupati di tengah-tengah kita menjadi suntikan semangat luar biasa bagi seluruh kafilah. Ini bukti nyata bahwa pemerintah daerah hadir sepenuhnya untuk mendukung perjuangan para peserta," ujar salah satu perwakilan ofisial.
Kontingen Soppeng tampil sangat solid dan penuh energi. Barisan ini turut didampingi oleh:
H. Afdal, S.Ag., M.M. (Kepala Kantor Kemenag Soppeng)
Andi Taufik Adam, SE (Kabag Kesra)
Jajaran Kepala KUA dan Penyuluh Agama.
Kebersamaan antara pimpinan daerah dan para pejuang Al-Qur’an ini menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental, sekaligus memotivasi kafilah Soppeng untuk memberikan performa terbaik di setiap cabang lomba.
Pawai defile ini lebih dari sekadar perayaan visual. Kegiatan ini merupakan momentum krusial dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antarwilayah di Sulawesi Selatan. Melalui semangat MTQ, perbedaan daerah dipersatukan oleh nilai-nilai luhur Al-Qur'an.
Dengan dimulainya rangkaian MTQ di Maros ini, diharapkan kompetisi tersebut tidak hanya melahirkan juara di bidang tilawah, tetapi juga mampu memperkuat fondasi spiritual masyarakat Sulawesi Selatan di tengah tantangan zaman modern.


