BREAKING NEWS
 

Sempat Diprediksi Kuat, DPD II Golkar Soppeng Absen dari Tim Formatur IAS

​SULSEL PEMBURUNEWS - MAKASSAR — Terpilihnya Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Musyawarah Daerah (Musda) XI menandai babak baru penataan struktur kepengurusan partai berlogo pohon beringin tersebut. Sebagai Ketua Terpilih sekaligus Ketua Tim Formatur, IAS kini mengemban mandate besar bersama empat anggota tim lainnya yang mewakili unsur DPP, DPD II, hingga organisasi sayap.

​Namun, komposisi tim penyusun struktur kepengurusan periode 2026–2031 ini menuai sorotan dari internal dan pengamat politik daerah. Publik menyoroti tidak masuknya keterwakilan DPD II Golkar Soppeng di dalam jajaran formatur—sebuah hal yang sempat diyakini banyak pihak akan terwujud.

​Sesuai mekanisme dan Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar, tim formatur beranggotakan lima orang yang memegang peran strategis mewakili empat unsur utama:

Ketua DPD I Terpilih / Ketua Formatur: Ilham Arief Sirajuddin (IAS)

Perwakilan DPP Partai Golkar: Muhidin M. Said (Mantan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel)

Perwakilan DPD II (Wilayah Selatan/Pesisir): Andi Fashar Padjalangi (Ketua DPD II Golkar Kabupaten Bone)

Perwakilan DPD II (Wilayah Utara/Luwu Raya): Patahudding (Ketua DPD II Golkar Kabupaten Luwu)

Perwakilan Organisasi Sayap / Ormas / KINO: Salwa Mochtar (Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar/KPPG Sulsel)

​Terpilihnya figur DPD II di dalam formatur tidak lepas dari dinamika kompromi politik yang cukup alot selama berlangsungnya Musda XI. Masuknya nama Andi Fashar Padjalangi dan Patahudding dipandang sebagai langkah akomodatif, mengingat keduanya merupakan tokoh senior yang dinilai sukses menjaga stabilitas dan kondusivitas arena musyawarah hingga tercapainya mufakat.

​Sebelum arena Musda memanas, nama Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, sebenarnya menguat sebagai kandidat terkuat perwakilan daerah. Di kalangan ketua DPD II se-Sulsel, Andi Kaswadi dikenal sangat aktif memfasilitasi komunikasi antarwilayah dan menggalang konsolidasi.

​Namun, peta politik di menit-menit akhir sidang pleno mengubah kalkulasi tersebut, hingga akhirnya menetapkan komposisi final tanpa keterwakilan dari Soppeng.

​Fokus Penyusunan Kepengurusan 2026–2031

​Dengan diketuknya kelima nama anggota Tim Formatur tersebut, proses perumusan kabinet DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031 sepenuhnya menjadi tanggung jawab IAS dan tim. Penataan struktur ini akan dilakukan secara kolektif kolegial berdasarkan regulasi partai untuk memastikan rekonsiliasi total pasca-Musda. ()*