Iran Klaim Pakistan Siap Serang Israel dengan Nuklir Islamabad Membantah

Teheran-Islamabad — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah pejabat tinggi Iran mengklaim bahwa Pakistan akan melancarkan serangan nuklir terhadap Israel jika Tel Aviv menyerang Iran lebih dulu dengan senjata serupa. 

Namun, pemerintah Pakistan segera membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai pernyataan yang tidak mewakili sikap resmi negara.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan oleh Mohsen Rezaei, anggota Dewan Keamanan Nasional Iran dan mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam wawancara televisi nasional pada Minggu (15/6/2025). yang lalu.

Ia menyebut bahwa Pakistan telah memberi “jaminan” akan bertindak jika Israel menggunakan senjata nuklir terhadap Iran.

L

“Jika Israel menyerang kami dengan nuklir, maka Pakistan akan menyerang Israel dengan nuklir juga,” kata Rezaei, tanpa menyebut bukti konkret.

Pernyataan tersebut segera memicu perhatian internasional mengingat Pakistan merupakan negara pemilik senjata nuklir dan memiliki kemampuan rudal jarak jauh seperti Shaheen-III, yang dapat menjangkau wilayah Israel.

Menanggapi pernyataan itu, Kementerian Pertahanan Pakistan melalui Menteri Khawaja Muhammad Asif membantah keras adanya komitmen atau jaminan kepada Iran terkait penggunaan senjata nuklir.

“Kami tidak pernah membuat komitmen semacam itu. Pakistan tetap mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan, serta menolak retorika nuklir yang berbahaya,” tegas Asif dalam konferensi pers, Senin (16/6/2025).

Pemerintah Pakistan menyatakan bahwa posisi mereka tetap netral dalam konflik militer antara Israel dan Iran, meskipun Islamabad mengakui adanya hubungan diplomatik dan kerja sama bilateral dengan Teheran.

Sejumlah pengamat menyebut bahwa klaim Iran bisa menjadi bagian dari strategi psikologis untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel, terutama di tengah eskalasi konflik kawasan yang melibatkan berbagai aktor seperti Hizbullah, Houthi, dan kelompok bersenjata lain yang berafiliasi dengan Iran.

Belum ada tanggapan resmi dari Israel terkait klaim ini. Namun, para analis pertahanan memperingatkan bahwa retorika seputar penggunaan senjata nuklir berpotensi memperkeruh situasi global dan mengancam stabilitas kawasan Asia Barat.

Sumber: Times of India, The Economic Times, Al Mayadeen

0 Komentar