Palu dan Sigi Diguncang Gempa M 6,7, Warga Berhamburan Selamatkan Diri
![]() |
SULSEL PEMBURUNEWS - PALU – Masyarakat di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dikagetkan oleh guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 pada Selasa (16/6/2026) pagi. Guncangan kuat yang berlangsung selama lebih dari satu menit tersebut memicu kepanikan luar biasa, hingga membuat warga berhamburan keluar dari rumah, perkantoran, dan pusat perbelanjaan untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik ini terjadi tepat pada pukul 10.27 WIB (11.27 WITA). Episentrum gempa terletak pada koordinat titik yang berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer. Meski kekuatannya cukup besar, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Dampak Guncangan dan Evakuasi Fasilitas Publik
Getaran gempa dirasakan sangat kuat berskala intensitas dirasakan (MMI) yang cukup tinggi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, hingga merembet ke wilayah Donggala dan sekitarnya.
Situasi di lapangan menunjukkan kepanikan sempat melanda sejumlah fasilitas publik, terutama rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan. Pasien yang sedang menjalani perawatan beserta para tenaga medis terpaksa dievakuasi keluar gedung menuju halaman terbuka demi mengantisipasi risiko runtuhnya material bangunan akibat gempa susulan.
Hingga Selasa siang, otoritas penanggulangan bencana setempat bersama TNI/Polri masih melakukan penyisiran. Beruntung, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat peristiwa ini, sementara pendataan terkait kerusakan infrastruktur dan bangunan warga masih terus berjalan di lapangan.
Trauma Bencana 2018 dan Imbauan BMKG
Guncangan yang dirasakan cukup lama ini tak pelak membangkitkan kembali memori kelam dan trauma mendalam masyarakat Sulawesi Tengah atas bencana besar (gempa, tsunami, dan likuifaksi) yang pernah melanda Palu pada tahun 2018 silam. Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan warga memilih untuk tetap bertahan di area terbuka, lapangan, maupun titik kumpul aman, sembari menunggu situasi benar-benar kondusif.
Pihak BMKG sendiri mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab atau informasi hoaks yang kerap beredar pascagempa.
"Kami meminta warga untuk sementara waktu menjauhi bangunan yang sudah tampak retak atau mengalami kerusakan struktural. Tetap waspada, karena potensi gempa susulan dengan intensitas lebih kecil masih mungkin terjadi," tulis perwakilan BMKG dalam keterangan persnya.
Hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama pihak terkait masih terus melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi yang terdampak paling parah guna memastikan keselamatan warga. (Red)

